Wacana Santri

Mau modern, malah jadi budak Dajjal

Siapa yang tak tahu Dajjal, sosok yang telah dicap kafir yang akan datang di masa akhir zaman, di mana kebatilan telah menjadi menu harian warga bumi dan Al-Qur’an tinggalah sebuah kitab tanpa makna yang hanya menjadi hiasan.

Tapi tahukah anda kapan Dajjal akan muncul ? dan seperti apa dia? dari sini muncul banyak spekulasi tentang sosok ini, dalam sebuah hadits ia di ceritakan berambut kriting, berbadan gemuk, mata sebelah kanannya buta dan terakhir terdapat tulisan ” Kafara” di dahinya. Namun ternyata sebelum kemunculannya ternyata Dajjal menyiapkan lingkungan bumi supaya menjadi tempat yang cocok bagi dirinya dan pengikutnya untuk mulai menebar teror dan menawarkan kamuflase.

Apa yang akan datang sebelum ia datang bukan bentuk fisik melainkan metafisik alias idiologinya yang akan menghancurkan umat secara perlahan tanpa mereka kini menikmatinya dan menganggap ini sebagai tanda kemajuan. sebagai ciri idiologinya biasanya ia tampak memikat, modern dan instan, tapi dibalik itu tersimpan berbagai mudharat dan fatamorgana yang sangat merugikan, ini terbaca dalam sabda Nabi. Saw” di tangan kanannya terdapat surga yang sebenarnya adalah neraka, sedangkan di tangan kirinya terdapat neraka yang sebenarnya adalah surga”.

Hal di atas yang kini menyebar di masyarakat kita yang cenderung konsumtif, gila akan sesuatu yang baru tanpa disaring terlebih dahulu, dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang diampu oleh Pak Sulkhi, di sana di jelaskan bahwa sekarang walaupun Dajjal belum muncul tapi Idiologinya telah menyerang kita. Beliau juga menambahkan, sebagai contoh dia menghadiri sebuah seminar pendidikan tentang faktor apa yang mampu meningkatkan prestasi siswa, ternyata salah satunya dengan percampuran antara siswa dan siswi dalam satu kelas , hal itu terbukti dengan meningkatnya prestasi para peserta didik, kenapa hal ini bisa meningkat? ternyata karena siswa cenderung malu terhadap siswi apabila nilai mereka jeblog. Hal ini pula yang menimpa nbanyak sekolah Tsanawiyah dan Aliyah di negeri ini, karena ingin mendapatkan predikat standar internasional.

Mereka rela mengubah sistem pengajaran islami dengan sistemm barat, dikala para penggiat pendidikan di Eropa dan Amerika mulai menggunakan sistem pendidikan islam yang memisahkan antara siswa dan siswinya , karena hal ini mengurangi tindakan asusila dan pergaulan bebas di kalangan pelajar,pernah ketika penulis PKL Bahasa inggris di Borobudur dan berbincang-bincang dengan turis asal Vancouver, Kanada. sang turis mengatakan bahwa di negerinya, banyak sekolah yang kini menerapkan sistem pemisah antara siswa dan siswinya karena hal itu terbukti mengurangi tinkat tindak asusila di kalangan pelajar.

Sekilas hal di atas terlihat masuk akal, namun kita sebagai muslim khususnya santri, apakah rela mencampurkan ilmu yang notabene sebagai cahaya “Al ilmu nurun” dengan kebatilan, apakah ilmunya akan manfaat walaupun kelihatan pintar?. memang seperti itulah ideologi Dajjal terlihat menggiurkan namun di dalamnya terdapat segudang kemaksiatan yang bisa menjebloskan kita ke jurang kenistaan.

Jadi intinya kita jangan menjadi orang yang Demenyar alias demen barang kang anyar (suka dengan barang baru) tanpa berpikir apakah ini baiik buat kita serta bermanfaat ke depannya? sekarang pilihan ada di tangan anda.

Facebook Comments

About miftah

Biasa dipanggil Miftah Wibowo. Santri asal Tegal yang pernah Ngangsu di Al Hikmah, Benda. Masih dan Selalu menjadi Santri Almarhum Abah Kyai Masruri Abdul Mughni. Sekarang Ngangsu di History and Civilization Departement, Arabic Faculty, Al Azhar university, Cairo. | Bookholic | Pecinta Kuliner | Traveler | Fotografi | Filateli | Suka Berkebun |
View all posts by miftah →

Leave a Reply

1 thought on “Mau modern, malah jadi budak Dajjal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *