Jatuh ke selokan saat khutbah Jumat

Mungkin tak pernah terbayang olehku bagaimana jatuh ke selokan ketika khutbah Jumat sedang berlangsung. Mau tahu seperti apa kisah lengkapnya, mari kita simak bersama detik-detik terakhir jatuhnya sang miftahuna ke selokan hehhh.

Jumat ini seperti biasanya sangat menyenagkan, karena selain Hari yang penuh berkah. ada kuliah subuh, waktu luang untuk melepas penat, banyak rapat, cairan , ro’an sampai mencuci pakaian. Ya itu merupakan agenda yang biasa dilakukan para santri khususnya santri Al-Hikmah 02, namun ini agaknya menjadi momen yang istimewa, ternyata Paman Gembul datang menjenguk kami yang baru mengadakan perekrutan anggota baru.

Setelah melepas rindu , waktu menunjukan jam 11.30 saatnya kita untuk berangkat ke masjid Jami. Seperti biasanya mataharui terasa menyegat sehingga mau tak mau, aku mesti bersembunyi di bawah sajadah biruku dari tatapan sang surya selama perjalanan.

Sampai di depan masjid ternyata serambi masih renggang, langsung saja ku gelar sajadah untuk salat sunnah tahiyatul masjid. selesai salat para jamaah mulai berdatangan memenuhi shaf yang tersisa. Tapi ku lihat Paman Gembul, Mas Pradna dan Kang Lukman yang baru datang,  terlihat kebingunagn mencari tempat duduk karena lantai dua telah terisi penuh oleh jamaah. melihat hal itu ku langsung bergegas ke sana menawarkan sesuatu yang mungkin bisa membantu mereka. ternyata benar mereka haya bisa mendapatkan tempat duduk pas di pintu masuk, oleh karenanya ku berikan sajadah biruku kepada mas Novi.

Ketika akan kembali ke tempat semula ternyata sudah ditempati oleh orang lain sehingga ku putuiskan unttuk duduk di serambi bagian kiri. tepat di depanku ada Falah dan Akhi Januar yang tak kebagian tempat sama sepertiku.

Khutbahpun dimulai, ternyata rasa capek karena kegiatan semalem ditambah mencuci pakaian dua ember tadi pagi ternyata membuat badan agak pegal. Karena mengantuk dan suara sang khotib begitu nyaring dan menenangkan sehingga aku terjatuh dalam tidur, namun sebelumnya, ku atur posisi tidur supaya tak jatuh, karena di sampingku terdapat selokan kecil. setelah mencari posisi aman, ku coba pejamkan mata. Karena terlalu ngantuk hingga ketiduran akhirnya” Bbruuukk” badan ini roboh dan tangan masuk keselokan, sontak para jamaah di belakangku kaget dan langsung tertawa.

Mungkin ini kesekian kalinya aku dibikin malu oleh kebiasaanku yang tak bisa menahan kantuk terlalu lama, sekaligus menjadi  pelajaran berharga buatku, supaya tak mencoba tidur di tempat umum.

4 Komentar


  1. hhhhaa… akhi2.. ada2 ajha deh….
    makannya… jangan terlalu maksain diri ya…
    waktunya istirahat ya istirahat…..
    bagus juga deh kalo taruh di mading bakal pada ngakak semua nih.. hha…


  2. akhi…na juga wlo dah kuliah masih ja ngantukan hehehe


  3. Emang aneh banget ya…fenomena kantuk itu, padahal dah nyoba ngatur waktu secanggih mungkin tapi di kelas nyatanya tewas di tebas kantuk….


  4. heuh….. ngantuk tuh nikmat bangjetzzz tauuk…!!! v budaya ngan2k jgn dijadien kbeasaand^^ ngan2klah pda tmpat n wak2 e,,, d samping kasurrr ae, kan lo g kwat bsa terja2h k pulau kapuk, nxt ngungsi k alam impiandt deht,,,,^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *