About Miftahuna

Siapa yang tak kenal miftahuna? jawabanya, pasti banyak yang tak kenal :D. termasuk anda yang sekarang sedang membaca secuil biografi tentang miftahuna, mau tahu lebih lanjut siapa miftahuna? simak penuturan berikut ini.

Miftahuna merupakan nama dunia maya yang dianugrahkan untuk sosok bernama lengkap M. Miftakhudin Wibowo. Putra kelahiran Kota Bahari, Tegal, Jawa Tengah ini memang layak bersyukur, selain mempunyai orangtua yang begitu mencintai dan dicintai, ia juga mempunyai keluarga yang harmonis dan teman-teman yang cerdas, idealis, gokil, baik hati, tidak sombong dan  suka menabung. Di samping itu, ia juga mendapatkan kesempatan emas menimba ilmu di negeri Kinanah, setelah lulus jenjang Aliyah, pria yang sangat menyukai kucing ini merajut impiannya menjadi sejarawan, dengan langkah meneruskan pendidikan tingkat sarjana di fakultas Lughoh Arabiyah (Bahasa Arab) degan jurusan Tarikh Wal Khadhoroh Islamiyah (Sejarah dan Peradaban Islam) di universitas tertua di dunia, Al-Azhar University.

Sejarah hidupnya berawal, kala kesunyian tengah malam pecah oleh teriakan seorang bayi mungil baru melihat alam dunia. Melihat  bayinya terlahir sehat sang ibu tersenyum seraya menangis bahagia, tak berapa lama sang ayahpun membisikan Adzan, mengenalkan pada bayi fitrah ini siapa Tuhan dan Rasulnya. Karena orangtua begitu menginginkan anaknya kelak menjadi penerus perjuangan ulama yang fakih agama dan menjadi kunci pembuka  ridha-Nya, sejak saat itu si jabang bayi mungil yang masih berada dalam dekapan sang bunda, diberi nama M. Miftakhudin, miftah yang berarti kunci dan al-din berarti agama, yang mana apabila digabung menjadi Kunci dan pembuka agama.

Pendidikan pria yang gemar berwisata kuliner ini diawali dengan pendidikan agama di Ponpes Mambaul Hisam, pekalongan, tak berselang lama karena sebuah tragedi mengharuskan ia pulang ke kampung halaman dan meneruskan di MI Negeri Slarang Kidul. melewati masa sekolah dasar yang penuh petualangan, kini saatnya memasuki dunia baru di kota, ia meneruskan pedidikan lanjutan pertamanya di MTs Negeri Slawi, di sini dia mulai mengenal banyak teman dan mulai memasuki masa pubertas, seperti anda tahu, bagaimana rasanya mulai tumbuh benih-benih cinta, tapi tungu dulu belum saatnya bermain hati.

Ternyata kehiduapan memang tak selalu indah, saat ia akan melanjutkan pendidikan tingkat Aliyah, ia dihadapkan pada pilihan yang cukup pahit, ia harus mengorbankan cita-citanya menjadi seorang Insinyur Pertanian dan mengadaikanya dengan harapan orangtua menuntut ilmu di pesantren. Memang berat rasanya meninggalkan sebuah impiah yang telah lama kita rajut, tapi dengan niat membahagiakan orangtua dan memperoleh ridha-Nya. Dengan Bismillah dan niat yang mantap, kala teman-temannya masuk ke SMA favorit dan kejuruan miftahuna mulai memasuki dunia baru, Pesantren.

Pilihannya jatuh pada sebuah pesantren di negeri seberang gunung, Al Hikmah Benda. Sebuah pondok pesastren yang cukup besar dan berfasilitas lengkap, mempunyai pemandangan alam yang menenangkan hati karena letaknya tepat di lereng gunung Slamet. Di pesantren, ternyata ia menemukan dunia yang begitu menyenagkan, bagaimana tidak? di sana ia berjumpa dengan banyak orang dari berbagai daerah pelosok negeri dan berbagai latar belakang, selain itu ia juga bisa belajar agama sembari meneruskan pendidikan Aliyahnya. Setelah melewati tes yang begitu banyak, ia di terima di MA Al Hikmah 2 (baca: Malhikdua), di sekolah inilah ia bertemu dengan dunianya, ia mulai menyukai kepenulisan dan bergabung dengan sanggar jurnalistik dan organisasi yang bergerak dalam pengembangan IT bernama M2net(baca:em-two-net) singkatan dari Malhikdua Network.

Di Aliyah inilah dia bertemu dengan orang-orang besar yang semakin mengembangkan dunia tulisnya, seperti Cuk Novi, pria asal Surabaya yang murah senyum ini mengenalkan miftahuna dunia maya dan jurnalistik, selain murah senyum sosok inipun tak segan untuk mengorbankan sakunya demi kemajuan IT di pesantren. Sosok lainnya begitu pemalu tapi fenomenal dengan karya kumpulan cerpennya sebut saja Kang Pradna, pria yang tak kuat dengan tawaran makan ini yang mengajarkan miftahuna dunia Blogger dan Blogging. Tak cuma mereka, ada sosok manis dan anggun yang memberi banyak inspirasi, ia bernama maya Damai Wardani, gadis berkaca mata asal Cilacap dan lama di Bandung ini banyak membantu miftahuna dalam mengoreksi tulisan.

Untuk hobi, miftahuna cukup unik dalam memilih, selain traveling, ia juga menyukai tanaman unik, mengoleksi perangko dan mengumpulkan berbagai macam mata uang kuno, baik koin maupun kertas. Ia juga sangat menyukai membaca, membaca sebenarnya bukan menjadi sebuah hobi melainkan menjadi kebutuhan. Begitu menyukai karya sastra berupa novel, seperti karya Tere Liye, Zaynur Ridwan, dan habiburahman. sedangkan untuk karya sastra pengetahuna dan ilmiah, ia tertarik dengan buku karangan Adian Husaini dan Adnin Armas.

Bagi miftahuna menulis merupakan tugas mulia, bagaimana kita mengenal berbagai macam pengetahuan kalau bukan dari tulisan tangan orang terdahulu kita. Bagaimana jadinya kalau seorang pelajar tidak menulis?, walau menulis itu tidak mudah tapi dengan mulai membaca dan latihan dari sekarang, semuanya akan menjadi mudah, seperti kata pepatah”Membacalah jika ingin mengenal dunia dan menulislah jika ingin dikenal dunia“.

Itulah sekilas cerita miftahuna, belum puas? masih penasaran dengan cerita lainnya? ikuti terus kisah perjalanannya di Ketika Santri Bercerita dan kisah Masisir. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar, baik kritik maupun saran, karena sebaik-baiknya masukan adalah kritik yang disertai saran. Penulis ucapkan terima kasih atas kunjungannya. Selamat datang dan selamat menikmati 😀

Facebook Comments

Leave a Reply

8 thoughts on “About Miftahuna

  1. Akhi,,,salam kenal aja deh.
    Blognya lumayan bagus.aQ suka.
    aQ baru mulai ngeblog nih.
    Kapan2 komentar ke blogku ya,,,
    thanks..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *